Sepak Terjang Bahasa Indonesia di Luar Negeri

No Comments »


Bahasa Indonesia adalah bahasa pokok negara kita, namun masih banyak warga Indonesia yang menganggap bahwa bahasa Indonesia itu tidak penting, atau malu karena tidak semenarik bahasa asing yang lain. Tapi tahukah kalian kalau ternyata bahasa Indonesia itu populer dan banyak dipakai di luar negeri? Benar, lebih dari 45 negara di dunia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya menghargai bahasa Indonesia.

1. Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam 
Di Vietnam, pemerintah daerah Ho Chi Minh City mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007. Dengan ini bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris serta Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan.

2. Wikipedia Bahasa Indonesia yang Menduduki Peringkat Ke-26 di Dunia dan Terbesar Ketiga di Asia
Menulis ensiklopedia bebas di internet semakin digemari masyarakat Indonesia. Bahkan ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Wikipedia Indonesia, telah menjadi ensiklopedia elektronik terbesar ketiga setelah Wikipedia berbahasa Jepang dan Mandarin.

3. Bahasa Indonesia Bahasa Ketiga yang Paling Banyak Digunakan pada Wordpress
Fakta bahwa setelah Spanyol, bahasa Indonesia adalah bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam artikel di situs WordPress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu.

4. Bahasa dan Musik Indonesia Dikirim ke Luar Angkasa
Satelit Voyager adalah sebuah wahana luar angkasa tanpa awak yang diluncurkan amerika serikat tahun 1977 dengan beberapa tujuan yaitu :
- Meneliti luar angkasa lebih dalam dan luar angkasa yang tidak dapat dilihat oleh mata.
- Mencari keberadaan planet yang dapat dihuni.
- Mencari planet yang berpenghuni.
Digerakkan dengan tenaga nuklir, voyager diharapkan mampu mengirim data ke bumi sampai tahun 2025 ( 48 tahun setelah diluncurkan) sebelum pasokan listriknya habis. Jika listriknya habis dan voyager tidak lagi beroperasi, maka misinya dikurangi menjadi 1 yaitu : Memberi tahu keberadaan bumi pada alien yang memiliki teknologi lebih tinggi daripada kita.
Isi dari piringan emas ini dipilih untuk NASA oleh sebuah tim yang diketuai oleh Carl Sagan dari Universitas Cornell. Dr. Sagan dan timnya mengumpulkan 115 gambar berikut sebuah rekaman suara-suara alam, seperti suara ombak, angin, petir, serta suara-suara binatang, termasuk kicauan burung dan suara dari ikan paus. Selain itu, piringan ini juga diisi dengan musik dari berbagai budaya dan era yang berbeda, serta ucapan salam dalam 55 bahasa termasuk diantaranya bahasa Indonesia.
Piringan emas ini juga menyertakan pesan tercetak dari Presiden Jimmy Carter dan Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Kurt Waldheim.

5. Paling Populer di Australia
Di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini.

6. Menjadi Bahasa Pilihan di Situs Klub Sepak Bola
Siapa yang tidak tahu klub bola Juventus, Intermilan, dan AC Milan. Ya, tiga klub sepak bola di Itali ini telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa Indonesia. Hal itu menunjukan kalau Itali juga memiliki minat mendalam terhadap bahasa Indonesia.

7. Lama di Jepang
Di negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang tahun 1969. Anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak tahun 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Saat ini ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang.

Sumber: TheCrowdVoiceGambar
Read more ...

Evaluasi

No Comments »

Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas system yang dilakukan di dalam laboratorium, di lapangan, atau di dalam kolaborasi dengan pengguna. Yang dievaluasi pada interaksi manusia dan komputer adalah desain dan implementasinya. Evaluasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan semua tahapan siklus hidup desain.

Evaluasi memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
  • Melihat seberapa jauh system berfungsi
Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada system, untuk melihat keefektifan system dalam mendukung tugas.
  • Melihat efek interface bagi pengguna
Mencakup aspek dari kemudahan system dipelajari, daya guna dan perilaku user.
  • Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system
Ketika penggunaan suatu konteks memberikan hasil yang tidak diinginkan, atau terjadi
kekacauan di antara user. Tujuan ini merupakan aspek negatif dari desain.


Evaluasi Empiris
Empiris adalah segala informasi yang diperoleh melalui eksperimen, penelitian, atau observasi. Evaluasi empiris adalah proses penilaian dengan cara eksperimen, penelitian, atau observasi. Sedangkan data empiris merupakan data yang ditemukan atau disimpulkan dari sebuah eksperimen atau penelitian.

Perancangan Eksperimen 
Merupakan metode klasik dengan pendekatan statistik. Faktor-faktor eksperimental seperti :

1. Subjects : siapa merepresentasikan, ketercukupan contoh.
  • Pemilihan subjek
  • Harus setepat mungkin dengan keinginan user.
  • Subjek yang dipilih harus sama usia dan tingkat pendidikannya sesuai dengan kelompok user yang dimaksud.
  • Ukuran sample yang dipilih kebanyakan ditentukan dengan pertimbangan pragmatis, kehandalan user yang terbatas juga harus cukup besar untuk mewakili populasi yang diambil dalam eksperimen perancangan dan metode statistika yang dipilih.
2. Variabel : Sesuatu untuk dimodifikasi dan ukuran
  • Variabel independen : Karakteristik suatu eksperimen manipulasi untuk menghasilkan kondisi yang berbeda sebagai perbandingan. Contoh : Jenis interface, level dari help, jumlah item menu dan perancangan ikon. 
  • Variabel dependen : Variabel yang dapat diukur dalam eksperimen. Contoh variable independen adalah kecepatan dari pemilihan menu. 
3. Hipotesis : apa yang ingin ditunjukkan
  • Merupakan prediksi yang dihasilkan dalam eksperimen.
  • Masih menggunakan variable independen dan dependen akan menyebabkan perbedaan pada variable dependen.
  • Untuk menunjukkan bahwa perkiraan benar dengan menyangkal adanya hipotesis null yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam variable.
  • Nilai hasil dapat dibandingkan dengan tingkat kepercayaan.
4. Desain eksperimental : bagaimana cara melakukannya.

A. Between-Groups (Randomized)
  • Masing-masing subjek diberi kondisi yang berbeda 
  • Keuntungan perancangan ini adalah setiap user menghasilkan satu kondisi 
  • Kerugiannya adalah dengan semakin banyaknya jumlah subjek yang tersedia maka akan menyebabkan hasilnya berkurang dan perbedaan antar setiap individu akan membuat hasilnya menjadi bias.

B. Within-Groups
  • Setiap user akan menampilkan kondisi yang berbeda
  • Jumlah user yang tersedi lebih sedikit. 

Partisipasi, IRB, dan Etika

1. Partisipasi
Partisipasi dalam evaluasi berarti keikutsertaan dalam melakukan proses penilaian. Bentuk partisipasi yang nyata yaitu:
  • Partisipasi uang adalah bentuk partisipasi untuk memperlancar usaha-usaha bagi pencapaian kebutuhan penilaian yang memerlukan bantuan
  • Partisipasi harta benda adalah partisipasi dalam bentuk menyumbang harta benda, biasanya berupa alat-alat kerja atau perkakas
  • Partisipasi tenaga adalah partisipasi yang diberikan dalam bentuk tenaga untuk pelaksanaan usaha-usaha yang dapat menunjang keberhasilan suatu penilaian
  • Partisipasi keterampilan, yaitu memberikan dorongan melalui keterampilan yang dimilikinya kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkannya
2. IRB (Institutional Review Board)
Sebuah kelembagaan dewan peninjau ( IRB ), juga dikenal sebagai komite etika independen atau dewan peninjau etik , adalah panitia yang telah ditunjuk secara resmi untuk menyetujui, memantau, dan meninjau biomedis dan perilaku penelitian yang melibatkan manusia . Mereka sering melakukan beberapa bentuk analisis risiko dan manfaat dalam upaya untuk menentukan benar atau tidak penelitian harus dilakukan. Nomor satu prioritas IRB adalah untuk melindungi subyek manusia dari bahaya fisik atau psikologis.

3. Etika
Etika evaluasi terdiri dari 4 hal, yaitu:
  • Kerahasiaan hasil evaluasi
  • Keamanan evaluasi
  • Intepretasi hasil evaluasi
  • Penggunaan evaluasi
Pengumpulan Data
Pengumpulan data primer membutuhkan perancangan alat dan metode pengumpulan data 


Metode pengumpulan data penelitian: 
  • Observasi
  • Wawancara
  • Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
  • Pengukuran Fisik
  • Percobaan Laboratorium 
Semua metode mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas 

Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:
  • Nama pengumpul data
  • Tanggal dan waktu pengumpulan data
  • Lokasi pengumpulan data
  • Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden
Semua butir (item) yang ditanyakan dalam semua metode pengumpulan data haruslah sejalan dengan rumusan masalah dan/atau hipotesis penelitian karenanya diperlukan proses dekomposisi variabel penelitian menjadi sub-variabel, dimensi dan butir penelitian merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan hati-hati. Proses dekomposisi ini juga memudahkan proses pengukuran dan pengumpulan data..


Sumber:
Read more ...

Penanganan Kesalahan & Help Dokumentasi

No Comments »



Jenis-jenis Kesalahan (Errors)
  • Kesalahan Persepsi
  • Kesalahan Kognitif
  • Kesalahan Motor (Gerak)
Jenis-jenis Slip
  • Kesalahan Capture
  • Kesalahan Deskripsi
  • Kesalahan Data Driven
  • Pengaktifan Asosiatif
  • Hilangnya Pengaktifan
  •  Kesalahan Mode 


Petunjuk Pencegahan Kesalahan

  • Menghapus mode-mode atau menyediakan petunjuk yang terlihat untuk mode-mode tersebut.
  • Gunakan teknik koding yang baik (warna, gaya).
  • Memaksimalkan pengenalan, mengurangi hafalan.
  • Merancang urutan gerak atau perintah yang tidak sama.
  • Mengurangi kebutuhan untuk mengetik.
  • Uji dan memantau kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya.
  • Memungkinkan pertimbangan ulang aksi-aksi yang dilakukan oleh user, misalnya memindahkan  file dari recycle bin.


Petunjuk Memperbaiki Kesalahan

  • Menyediakan tipe-tipe tanggapan yang sesuai.
  • Query: bertanya pada user apa yang sudah dilakukan, kemudian melegalkan tindakan yang salah.
  • Menyediakan fungsi “undo” dan pembatalan dari proses yang sedang berjalan.
  • Meminta konfirmasi untuk perintah yang drastis dan bersifat merusak.
  • Menyediakan pengecekan yang beralasan pada masukan data.
  • Mengembalikan kursor ke area kesalahan, memungkinkan untuk melakukan perbaikan.
  • Menyediakan beberapa kecerdasan buatan.
  • Menyediakan akses cepat kepada bantuan untuk konteks-sensitif. 

Jenis-Jenis Dari Dokumentasi/Help
  • Tidak pernah suatu penggantian untuk desain tidak baik, tetapi penting.
  • Sistem sederhana, user memanggil dan menggunakannya, lalu memberikan nama.
  • Hampir sebagian sistem dengan banyak fitur membutuhkan help/bantuan.

Jenis – Jenis Bantuan
  • Tutorial
  • Review/Referensi yang cepat
  • Manual Referensi (Penjelasan lengkap)
  • Bantuan untuk context-sensitive (spesifikasi tugas)

Ada sebagian pendapat menyatakan bahwa sistem yang interaktif dijalankan tanpa membutuhkan bantuan atau training. Hal ini mungkin ideal, akan tetapi jauh dari kenyataan. Pendekatan yang lebih membantu adalah dengan mengasumsikan bahwa user akan membutuhkan bantuan pada suatu waktu dan merancang bantuan (help) ke dalam sistem.

Empat Jenis Bantuan Yang Dibutuhkan User
  • Quick Reference
  • Task-Spesifik Help
  • Full Explanation
  • Tutorial

Sumber:



Read more ...