Read more ...
SAO II Phantom Bullet dikonfirmasi rilis 2014
Selamat tahun baru!! Hebohnya malam tahun baruan, makin heboh karena pengumuman ini!
Kabar menggembirakan hadir untuk para penggemar anime Sword
Art Online. Telah dikonfirmasi bahwa pada tahun 2014 ini akan dirilis seri
kedua dari anime Sword Art Online dengan judul Sword Art Online II, pengumuman
ini diberitahukan setelah penayangan premier Sword Art Online Extra Edition TV
Special.
SAO II ini akan mengambil kisah dari cerita “Phantom Bullet”
yang diangkat dari light novel SAO.
Situs resmi untuk melihat perkembangan update SAO II bisa dilihat disini: http://www.swordart-online.net
Source: animenewsnetwork
Ke Depok di Akhir tahun
Sudah lama saya tidak ke kampus D
Universitas Gunadarma di margonda. Sabtu kemarin, tanggal 28 Desember 2013
kebetulan saya sempat pergi kesana untuk mendaftar lomba yang diselenggarakan
Gunadarma. Saya akan mengikuti lomba berdua dengan teman saya, dan kami janjian
bertemu di lokasi sebelum mendaftar bersama.
Karena saya telat bangun alias
kesiangan, saya dan teman saya tidak jadi ketemuan. Teman saya yang berangkat
duluan tentu saja sampai lebih dulu di kampus D itu. Saya buru-buru mandi dan
makan, lalu segera berangkat naik motor. Oh iya, ngomong-ngomong rumah saya ada
di Tambun Selatan, Bekasi, jadi perjalanan menuju Depok termasuk jarak yang
lumayan.
Mulailah saya mengendarai motor
saya dengan mood masih enak dan masih semangat karena baru makan. Setelah
keluar dari kompleks perumahan dan mulai masuk ke jalan besar, saya merasa
jalanan lebih sibuk serta ramai, langsung saya sadar bahwa hari-hari belakangan
ini kan sudah masuk liburan natal dan tahun baru, wajar saja jalanan lebih
penuh dengan kendaraan entah yang mau mudik atau jalan-jalan malam mingguan.
Mood saya agak sedikit turun karena saya berpikir pasti jalanan dari Bekasi
hingga Depok nanti pasti sering macet. Sempat saya berpikir untuk mencari
parkir motor dan lanjut menuju Depok menggunakan bis umum. Kalau naik bis umum
saya tidak akan terlalu lelah karena cuma perlu duduk saja, paling hanya uang
yang keluar agak lebih banyak dari pada kalau beli bensin untuk motor. Sampai
di tempat bus biasa mangkal, saya tidak melihat ada bus yang arahnya menuju
Pasar Rebo (dari pasar Rebo terus naik angkot hingga kampus margonda), saya
menunggu sebentar siapa tahu busnya akan muncul. Sekitar lima menit menunggu
bus tidak kunjung datang, akhirnya saya memutuskan lanjut naik motor saja,
karena takut kelamaan kalau menunggu bus hingga datang.
Biasanya saya membutuhkan waktu
sekitar 1 jam 45 menit dari rumah sampai Depok, tapi karena macet berat
dimana-mana apalagi tiap ada lampu merah, saya jadi menempuh dua setengah jam,
dan ketika sampai kampus badan saya capek. Tiba di lokasi saya langsung menuju
gedung D137 untuk mendaftar, seperti yang saya kira teman saya sudah tidak ada
mungkin sudah pulang duluan. Selesai dengan urusan mendaftar, dari pada
langsung pulang -bah masa di tempat tujuan cuma 5 menit, lama dijalan dong-
maka saya pergi makan dulu untuk mengisi tenaga di tempat makan pinggir rel
kereta UI. Setelah perut kenyang, tenaga pun sudah penuh lagi, saya langsung
bergegas pulang karena takut kesorean jalanan bisa makin padat.
Puncak 1KB06
Tanggal 9 Juli 2012, hari terakhir UAS semester dua, saya dan teman-teman sekelas berencana melepas penat belajar dan bersenang-senang dengan berlibur di puncak. Liburan di puncak ini direncanakan selama dua hari satu malam. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari agar semuanya berjalan lancar. Teman-teman yang menjadi panitia membuat pengumuman yang diposting di grup facebook dan semuanya merespon antusias. Rezza, Tri, Lany, dan Dhanie yang diutus menjadi tim survey berangkat untuk melihat dan membooking villa yang akan dipakai nanti.
Sehari
sebelum hari keberangkatan saya mempersiapkan perlengkapan seperti alat mandi,
obat-obatan siapa tahu perlu, dan baju. Saya membawa tiga baju dan dua celana
jeans jadi saya perlu tas koper yang agak besar. Oiya saya sudah tidak
memikirkan tentang UAS karena sudah saya heboh sendiri mengenai jalan-jalan
ini, akhirnya saya tidak belajar, ternyata banyak teman-teman lainnya yang juga
seperti saya, ahh bodo amat lahhh.....
Hari
ujian tiba, saya parkir motor saya di tempat parkir di luar gunadarma karena
akan saya tinggal selama satu hari. Ya, selesai ujian kami langsung berangkat
tanpa pulang ke rumah dulu. Masuk ke kampus untuk ujian sambil membawa tas
koper sangat terasa aneh, banyak yang melihat saya, saya pun jadi grogi.
Setelah UAS selesai, kami berkumpul di halaman kampus untuk mengatur kendaraan
yang dipakai. Banyak yang naik motor, tapi saya dan Apreza memutuskan naik
mobil bersama Adi. Perjalanan dimulai.
Di
kawasan puncak mobil yang saya tumpangi sempat terhenti selama satu jam karena
ada sistem buka tutup lalu lintas. Saya dan Apreza bosan lalu memutuskan
bermain kartu Yugi, tapi karena tidak mungkin bermain di dalam mobil maka kami
bermain di luar dan duduk di jalanan. Buka tutup pun selesai, kami melanjutkan
perjalanan dan tiba di puncak lebih dulu sekitar jam 7 malam. Kami tidak tahu
lokasi villa berada jadi kami harus menunggu selama satu hingga dua jam menanti
rombongan teman kami yang naik motor yang tahu lokasi villanya. Rombongan motor
pun tiba dan kami semua langsung menuju ke villa. Setelah sampai, tampak kalau
rombongan yang naik motor merasa lelah maka kami istirahat dulu sambil
membereskan barang bawaan.
Sekitar
jam 11 malam acara pun dimulai. Api unggun dinyalakan dan kami membakar jagung
sambil mengobrol. Di dalam villa ada yang berkaraoke –berisik banget, mana
suara kemana tau--, tapi tingkah mereka membuat kami semua tertawa. Lalu ada
sesi curhat, curhat apapun boleh tentang bagaimana kesan selama berada di 1KB06.
Jam satu lewat, api unggun sudah mulai padam, dan dingin makin terasa akhirnya
kami memutuskan beristirahat. Ada yang tidur, ada yang mengobrol, ada yang
online –rajin banget bawa laptop--, ada yang main kartu UNO, ada yang main kartu
Yugi, ada yang nonton film –di villa ini ada video player dan DVDnya juga, tapi
film begitu, etdah--, ada yang membuat mie rebus yang langsung habis diserbu.
Saya dan beberapa teman saya bermain UNO hingga pagi.
Paginya
kami bergerak ke puncak yang lebih tinggi untuk melihat matahari terbit --sumpah,
subuh-subuh naik motor yang ngebut di puncak itu dingin banget--. Sambil melihat-lihat
pemandangan kami juga berfoto-foto. Muncul tukang bubur –entah sudah naik haji
apa belum--, karena kami belum sarapan dan merasa lapar maka laris lah dagangan
si abang bubur itu. Setelah kembali ke villa, beberapa teman pergi berenang –wow
ada kolam renang juga— dan yang lainnya diam di villa bersantai. Agak siangan
sekitar jam 11 saya, Apreza dan Adi pulang duluan sementara yang lain masih di
villa hingga sore hari dan baru pulang.
Liburan
ke puncak bersama 1KB06 ini sangat menyenangkan buat saya karena bisa
mempererat kekeluargaan diantara kami semua.
![]() |
| The Villa |
![]() |
| Yaaayy |
![]() |
| woaah bir?? |
![]() |
| si Ari masuk bak mandi malem-malem karena kalah taruhan main kartu |
![]() |
| Three princess of the class |
![]() |
| Bakar jagung |
![]() |
| Luthfi |
![]() |
| Ketua kelas dan wakilnya dapet kenang-kenangan |
![]() |
| Me and Pilanita |
![]() |
| Om Teguh, golden ways |
![]() |
| Apreza makan jagung |
All photos from 1KB06
Para Pemburu Lele
Kuliah
semester satu dulu, kelas saya, terlebih teman satu shift saya mempunyai
kegiatan seru yang dilakukan setelah melakukan praktikum di kampus J3 Gunadarma,
yaitu makan pecel lele. Praktikum biasanya berakhir sekitar sore hari, jadi
untuk mengisi perut yang lapar setelah belajar maka mampirlah kami di warung
pecel lele ini. Letaknya dekat dengan BTC (Bekasi Trade Center), kalau dari
arah tol ya kira-kira BTC lewat dikit dan berada di sebelah kiri jalan alias
bersebrangan dengan BTC serta berada di sebelah PO Bus Handoyo –itu namanya kalau
tidak salah, aduh lupa--.
Pecel
lelenya enak, walaupun ukurannya tidak besar-besar sekali. Ditambah nasi hangat
dan sambel terasi yang sedap membuat kami makan dengan lahap. Harga seporsi
pecel lele ini 8 ribu, cukup terjangkau untuk anak kuliahan macam kami.
Kegiatan
ini rutin dilakukan setelah praktikum yang ada seminggu sekali, jadi tidak
terlalu bosan juga keseringan makan lele. Selain itu, dengan acara makan lele ini
juga dapat menambah kekeluargaan kami semua.
![]() |
| Para pemburu lele |
![]() |
| Warung pecel lele |
![]() |
| Yuk ah gaya dulu |
![]() |
| Kerjaan si Ari ckckck |
Tugas Proyek Smt 5
Di semester lima saya mengikuti
praktikum Mikroprosesor dan seperti biasa, dari lab praktikum selalu ada tugas
untuk membuat alat. Saya membentuk kelompok berjumlah 4 orang yang anggotanya
yaitu Danang, Tri, dan Aji. Kami mendapat tugas membuat Line Tracking Robot
(LTR) yaitu robot yang dapat berjalan dengan menyusuri sebuah jalur garis. LTR
ini banyak yang bilang termasuk alat yang susah dibuat dan jarang yang berhasil
berfungsi dan jalan sesuai seharusnya, tapi kami jalani saja dulu proses
membuatnya.
Hari demi hari berlalu, sedikit
demi sedikit proses pembuatan alat LTR kami pun mulai ada tanda kemajuan. Danang
dan Tri sibuk berbelanja komponen dan membuat rangkaian serta merakitnya, saya
sibuk mencari materi untuk bahan artikel serta membuat coding untuk di
implementasi ke dalam robot nanti. Dan Aji... saya kurang tahu dia melakukan
apa. Yang saya tahu dia bertugas mengeprint makalah yang sudah beres dan
menjilidnya.
Hari pengumpulan alat pun mulai
mendekat, deadline dijadwalkan pada tanggal 3 Desember 2013, dan kami berhasil
membuat LTR yang berjalan dengan benar. Tidak sia-sia usaha kami, walaupun
proyek ini cukup menyita waktu dan isi dompet kami, tapi akhirnya alat kami
dapat dikumpulkan. Namun ketika hari-H pengumpulan proyek tiba, saat kami mau
mengumpulkan alat ternyata ada masalah pada alat kami, yep bagus sekali karena
alat kami tidak berjalan dengan semestinya. Untung saja sebelumnya, ketika kami
konsultasi ke kakak pembimbing proyek, alat kami yang berjalan dengan baik
sudah dilihat oleh dia dan juga sudah kami videokan. Well, proyek alat di
semester lima ini mempunyai kesan tersendiri bagi saya.
![]() |
| Brum brumm bruuummmm.. |
Something and Me #2
Ada
satu minuman yang saya suka beli yaitu Granita Kopi Susu. Sesuai namanya
Granita ini adalah minuman cappucino rasa susu dalam gelas cup. Yang membuat
saya suka Granita karena rasanya yang beda dari minuman kopi sejenis, kalau
yang lain tuh rasa kopinya biasa saja malahan ada yang aneh bahkan tidak enak,
kalau Granita itu rasa cappucinonya terasa sekali. Saat panas dan gerah, biasanya saat pulang kuliah, saya pergi ke
warung di sebelah rumah saya dan membeli Granita langsung 2 buah untuk
menyegarkan diri.
Pernah suatu saat Granita hilang dari pasar, yang saya dengar sih pabriknya yang ada di Cikarang kebakaran jadi produksinya terhenti. Dimana-mana ketika saya ingin membeli pasti tidak ada, jadi bingung saya harus mencari kemana. Untungnya sekarang Granita sudah bisa ditemukan di warung-warung lagi.
Ih
waw saya cuma niat curhat tapi malah terlihat seperti ngiklan sekali postingan
saya ini hehe...
Hobi. Nonton. Anime
Saya
memiliki hobi. Hobi saya adalah menonton anime. Hobi saya yang satu ini sudah
saya lakukan sejak jaman SD dulu. Ketika itu saya menonton dari TV yang
menanyangkan anime seperti TV7 (sekarang Trans7), GlobalTV, dan SpaceToon
(sekarang NET.). Namun yang menjadi favorit saya dulu adalah TV7 karena lebih
banyak menanyangkan anime. Jaman SD dulu anime yang saya tonton masih anime yang
untuk anak-anak seperti Doraemon, Ninja Hatori, Kobo-chan, Crayon Shinchan, dan
masih banyak lagi, terlalu banyak kalau harus disebutkan. Ketika SMP hingga
SMA, saya masih giat menonton anime melalui TV dan tentu saja seiring waktu
berjalan, jumlah anime terus bertambah dan makin bervariasi yang membuat saya makin
senang menonton.
Saat
saya kelas 3 SMA, kakak saya membeli notebook untuk tugas skripsinya. Saya pun
lama kelamaan sering menggunakannya. Dengan adanya notebook, jangkauan saya
pada anime meningkat. Saya mulai suka mendownload anime dari internet, tetapi
jumlahnya hanya sedikit karena saya tidak punya banyak uang untuk sering-sering
membeli kuota internet. Di kelas, ada beberapa teman saya yang juga hobi menonton
anime, saya dan mereka jadi bisa saling mengobrol tentang anime yang kami
sama-sama tahu dan juga bisa saling bertukar anime.
Awal
masuk kuliah sampai sekarang semester 5, koleksi anime saya langsung jumlahnya
langsung meroket, mengapa? Karena di kampus ada fasilitas internet gratis
melalui wifi, jadi saya bisa mendownload anime tanpa harus mengeluarkan uang
untuk kuota internet.
Walau
banyak yang bilang kalau saya seperti anak kecil karena menonton anime, tapi
saya tak hiraukan, toh tidak merugikan orang lain, dan lihat saja banyak kok
mahasiswa yang masih suka menonton anime.
Berkunjung ke HelloFest 2013
Minggu,
10 November 2013, saya dan beberapa teman saya berkesempatan mengunjungi HelloFest
9, salah satu festival yang rutin diadakan oleh HelloMotion Academy tiap
tahunnya. Hellofest 9 dilaksanakan di kompleks kolam renang Senayan, Jakarta. Ini
adalah kali pertama saya mengunjungi HelloFest.
Kami
janjian jam 09.00 untuk berkumpul di kampus Gunadarma J1 lalu akan berangkat bersama
dari situ. Namun saya yang tiba paling awal sekitar pukul 08.45 harus menunggu
agak lama karena teman-teman saya yang lain datang terlambat, bahkan ada yang
datang jam 10.00. Setelah semua berkumpul, segera saja kami berangkat menuju
lokasi.
Ketika
sampai dilokasi, sebelum masuk kami harus membeli tiket masuk terlebih dahulu
(kalau tidak beli, bisa ditendang sama petugas yang jaga, hehe). Harga tiket
per orang on the spot yaitu Rp 15.000,00. Setelah masuk ke dalam, nuansa Jepang
langsung sangat terasa dimana-mana, terutama dari ratusan orang yang
bercosplay. Melihat orang banyak menggunakan kostum bervariasi tidak pernah
gagal membuat saya merasa excited dan senang.
Mulailah
kami berkeliling untuk melihat-lihat. Ada beberapa tenda raksasa yang di
dalamnya terdapat puluhan booth produk yang menjual aksesoris, komik, action
figure, dan CD/DVD. Saya sendiri tidak beli apa-apa, karena saat itu saya tidak
ingin membeli apapun. Di luar berdiri sekitar sepuluh stand distro baju yang
saya tahu memang memiliki desain baju yang bagus dan keren. Lagi, saya tidak membeli
apa-apa, kali ini alasannya karena tidak ada uang, huhuhu. Datang ke festival
ini tentunya kurang lengkap jika belum berfoto dengan para cosplayer. Karena asiknya
berfoto kami sempat terpencar kemana-mana, tapi akhirnya berkumpul lagi setelah
dihubungi.
Matahari
sudah di atas kepala kami, perut kami pun mulai berkoar untuk minta diisi. Kami
pergi menuju stand food court untuk membeli makanan dan minuman. Saya membeli
okonimiyaki dan takoyaki serta air mineral (total harga semuanya cukup menguras
dompet saya yang masih mahasiswa). Setelah semua selesai membeli, kami mencari
tempat duduk dan mulai menyantap. Selesai makan siang, kami melanjutkan berkeliling
beberapa saat, lalu akhirnya pulang.
Sebenarnya
ada satu acara yang ingin saya datangi, yaitu Zombie Survival, kita diberi misi
dan harus bisa menghindari dan bertahan dari serangan zombie yang datang
tiba-tiba. Namun tidak jadi, maka sampai saat ini saya masih penasaran ingin
mencobanya. Mungkin saat HelloFest berikutnya saya dapat mencoba.
Something and Me #1
| Dari kiri: 3x3 seret 7-ribuan, 3x3 ga seret, 3x3 ga seret dari Adam ^_^ , 4x4, 5x5 seret banget, mirror |
Ketika SMA dulu, ketika saya sedang duduk-duduk di bangku di luar kelas, saya melihat kakak kelas perempuan sedang bermain rubik dan sejak itulah saya menyukai rubik. Entah kenapa saya merasa kagum ketika melihat dia bermain rubik 3x3 dan saya juga ingin merasa keren maka saya pun mulai berpetualang di dunia rubik.
Saya
membeli rubik 3x3 seharga 7 ribu rupiah di toko dekat rumah saya. Rubiknya
terbuat dari plastik agak jelek dan seret diputar-putar ketika dimainkan. Lalu
saya mencari tutorialnya di Youtube. Ada satu channel milik Robert Mingliang
yang berisi tutorial dengan bahasa Indonesia yang saya butuhkan, langsung saja
saya download dan tonton. Awal tutor adalah mempelajari jenis-jenis nama
putaran rubik dan selanjutnya mempelajari bagaimana menyelesaikan rubik per
layer, hmm oke saya paham. Setelah sekitar 3 jam mengikuti tutor tersebut
akhirnya saya berhasil menyelesaikan rubik untuk pertama kali, yeaah. Namun itu
belum sampai dimana saya bisa lancar menyelesaikan rubik, saya masih harus
melihat video tutor setiap kali ingin menyelesaikan rubik. Agar mempermudah
latihan saya membuat catatan di kertas, singkat tapi lengkap berisi tahap-tahap
yang saya perlukan.
Latihan,
latihan, latihan, dimana-mana saya selalu membawa rubik saya itu, di sekolah
saya juga bermain rubik. Teman sekelas saya berkata, ”Bisa main rubik lu rik?”
lalu saya jawab, “Ya lumayan walau belum lancar.” Setelah tiga hari berlatih
saya sudah bisa menyelesaikan rubik tanpa panduan catatan dalam waktu sekitar
lima menitan. Mungkin karena sering melihat saya asik sendiri bermain rubik,
beberapa teman saya lama kelamaan penasaran dan ingin mencoba. Saya ajari
sebisa saya dan saya pinjamkan catatan saya. Indra, teman saya, juga membeli
rubik yang sama seperti saya dan ikut latihan bermain rubik.
Waktu
yang saya perlukan untuk menyelesaikan rubik makin lama makin cepat. Dari lima
menitan, lalu turun menjadi tiga menitan, sampai sekarang menjadi sekitar 53
detik. Waktu yang lumayan lah untuk saya. Saat punya uang lebih, saya membeli
rubik 3x3 baru yang memiliki kualitas lebih bagus dari yang lama dan ketika
diputar tidak seret.
Ingin
mencoba tantangan baru, saya membeli rubik 4x4 –kualitas lumayan-- dan mulai
belajar dari channel Youtube Robert Mingliang lagi. Saya download video
tutorialnya dan saya coba selesaikan rubiknya. Rumus untuk 4x4 agak berbeda
tapi masih memiliki konsep yang sama dengan 3x3 jadi saya tidak begitu bingung.
Sekitar seminggu saya sibuk dengan rubik 4x4 itu dan sekarang saya sudah lancar
menyelesaikannya.
Lalu
saya membeli rubik 5x5 –ugghh kualitas buruk padahal mahal--. Saya salah karena
saya kira dengan harga hampir sama dengan rubik 4x4 yang saya punya,
kualitasnya akan bagus dan tidak seret, tetapi ternyata rubiknya seret sekali.
Tengah malam saya mempelajari cara bermain rubik 5x5 ini. Saya memutar-mutarnya,
susah, seret, saya coba terus memutar-mutarnya, tiba-tiba *PRANG* rubik 5x5
saya ini copot berantakan jadi bagian-bagian kecil. Panik, saya pun segera
mencoba memperbaiki. Awalnya saya bingun sekali bagaimana menyusun
bagian-bagian kecil ini menjadi satu rubik utuh lagi, mana tidak ada panduan.
Saya coba-coba saja menyusun sepengetahuan saya, lama-lama paham bagaimana cara
menyusunnya walaupun masih bingung-bingung juga. Jam tiga pagi alias selama
tiga jam saya sibuk menyusun satu persatu dan akhirnya selesai, yeeee.. Setelah
itu saya hati-hati ketika memainkan rubik 5x5 tersebut karena takut copot berantakan
lagi.
Saya
juga membeli rubik mirror untuk tantangan baru. Agak pusing juga karena tidak
ada video tutorial dalam bahasa Indonesia di Youtube akhirnysa saya belajar
dari video dengan bahasa Inggris, untungnya saya mengerti.
Masuk
kuliah saya mendapat teman baru dalam bermain rubik dan sering adu cepat
menyelesaikannya. Wah sangat menyenangkan.
Saat
ini impian saya adalah memiliki rubik 7x7 karena itu pasti sangat seru dan
menantang untuk dimainkan, tetapi harganya sangat mahal makanya nanti-nanti
dulu saja membelinya.
































